Robby Bustomi

Saya selalu merasa, bahwa diri saya dilahirkan sebagai seorang marketing. Orang tua saya selalu memberi motivasi, bahwa semua orang terkaya didunia dimulai dengan menjual. Meski pada saat mulai kuliah Saya memilih fakultas Hukum, jiwa marketing yang ada dalam diri saya menggiring saya untuk lebih mendalami dunia marketing selepas saya diwisuda dari bangku kuliah. Sudah 8 perusahaan dengan 8 bidang usaha yang berbeda telah Saya masuki, namun Saya masih bekerja dengan ritme yang sama dan penghasilan yang Saya raih masih Saya rasakan belum maksimal. Saya mempunyai alasan kenapa Saya harus keluar masuk dari banyak perusahaan, karena Saya ingin melihat sebesar apa kemampuan yang Saya miliki untuk mewujudkan keinginan Saya menjadi seorang Milyuner. Semua ini termotifasi oleh sebuah cerita yang pernah Saya dapatkan. Kisah ini dimulai dari seorang wanita yang tugas oleh pimpinannya untuk menangani suatu proyek bisnis diluar kota dengan batas waktu 5 hari. Ternyata, dalam tempo 3 hari dia berhasil menangani proyek bisnis tersebut. Dia mendengar kalau dikota yang sekarang dia berada terdapat sebuah penangkaran ikan hiu. Sewaktu dia datang, dia diantar oleh pemilik penangkaran untuk berkeliling. Disana dia melihat ada 3 buah kolam pengkaran. Kolam pertama berukuran kecil berisi ikan hiu kecil berjumlah banyak. Dikolam kedua yang berukuran sedang, dia melihat ikan hiu berukuran sedang berjumlah sedikit. Terakhir dia melihat kolam berukuran besar yang diisi oleh seekor ikan hiu berukuran besar. Wanita tersebut kemudian bertanya kepada pemilik penangkaran, apakah dia melakukan pembagian tempat berdasarkan usia dan ukuran hiu yang tumbuh. Pemilik penangkaran berkata, hampir semua pengunjung penangkaran ini mempunyai pendapat yang sama seperti Anda. Namun tidak begitu kenyataanya. Saya tidak mempunya lahan yang luas, saya tidak pernah memindah ikan hiu yang ada dan ikan hiu tersebut tumbuh besar sesuai dengan tempat dia tinggal. Dari kisah itu saya menarik hikmah bahwa apabila kita takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan kita puas dengan apa yang kita dapatkan disuatu tempat yang itu-itu saja, maka kita juga harus puas bahwa nantinya yang akan kita dapatkan adalah hal yang itu-itu saja. Kita tidak akan pernah tahu bahwa diluar sana kita bisa mendapatkan yang pengalaman dan hasil yang lebih besar dari yang kita miliki saat ini.

Hingga pada akhirnya saya bekerja di PT. Sanindo Perkasa Abadi, sebuah perusahaan distributor alat pemadam. Bukan produk ataupun benefit yang ditawarkan yang membuat saya tertarik untuk bergabung, namun lebih kepada program pemasaran yang saya rasa sangat revolusioner yang membuat saya tertarik. Program tersebut adalah program sewa alat pemadam yang baru pertama kali bahkan satu-satunya didunia.. Bersama dengan Bapak Irwan Hadisaputra dan Bapak Agus Triono, kami bertiga mencapai rekor omzet tertinggi. Pihak manajemen menuntut kami mengembangkan sistem yang ada menjadi sebuah sistem yang juga merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility). Program tersebut bergerak dalam hal penyediaan Marketing Outsourching. Baru disinilah Saya menemukan arti pengalaman dan kesuksesan yang besar. Dari semua pengalaman, saya ingin mengajak anda semua bergabung dengan SOS Networking dan kita wujudkan impian yang pernah ada.